Sabtu, 13 April 2013 - 0 komentar

kesehatan mental

Farah Fajriatun Nikmah
2PA08

BEHAVIORISME 

Sekolah ini diprakarsai oleh Jhon B. Watson (1879-1958) yang lama di Universitas johns Hopkins. Watson menolak bahwa pikiran sebagai subjek psikologi dan bersikeras bahwa psikologi dibatasi pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diobservasi (atau yang secara potensial dapat diobservasi). 

Banyak tingkah laku yang memebentuk kepribadian dikondisikan melalui belajar individu pada masa kecil, lingkungan individu membantu mempertahankan tingkah laku tersebut, modelling (meniru).

John Lock : “manusia lahir seperti kertas putih” (perkembangan ditentukan oleh lingkungan dimana ia berada). Karena hanya merespon apa yang lingkungannya berikan, maka individu dikatakan tidak memiliki sikap diri. 

Pendekatan ini mempelajari bagaimana organisme mempelajari perilaku yang baru atau memodifikasi perilakunya. Pembelajaran atau modifikasi itu sebenarnya tergantung pada situasi lingkungan, apakah lingkungan memberi hadiah atau hukuman atas perilakunya.

Aliran perilaku mempunyai 3 ciri penting :
  • Menekan pada respon respon yang dikondisikan sebagai elemen- elemen atau bangunan perilaku
  •  Menekankan pada perilaku yang dipelajari daripada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan- kecenderungan perilaku bawaan.
  • Ciri ketiga dari behaviorisme difokuskan pada perikau binatang. Menurut watson, tidak ada perbedaan esensial antara perilaku manusia dan perilaku binatang dan bahwa kita dapat belajar banyak tentang perilau kita sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.

HUMANISTIK 

Setiap individu mempunyai kemampuan, pandangan segar tentang individu, melihat potensi individu untuk tumbuh, menjadi lebih baik.
Sikap optimis bahwa setiap individu memiliki kapasitas untuk menyelesaikan setiap masalah dan mengembangkan diri untuk menjadi lebih baik. 

Pendekatan ini menekankan bahwa masing masing individu memiliki kemerdekaan yang besar untuk mengarahkan masa depannya, kapasitas yang luas untuk mengembangkan pribadi, nilai intrinsik, dan potensinya yang sangat besar pemenuhan diri (self – fullfillment). Dan makhluk kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan- pilihannya sendiri bukan oleh kekuatan- keuatan ketidaksadaran. 

“Ahli- ahli psikologi pertumbuhan”  ini (kebanyakkan di antara mereka memandang diri mereka sebagai ahli-ahli psikologi humanistik) telah memiliki suatu padangan yang segar terhadap kodrat manusia. 

Ahli-ahli psikologi humanistik semakin kritis terhadap tradisi-tradisi ini, karena mereka percaya bahwa behaviorisme dan psikoanalisis memberikan padangan-pandangan terbatas tentang kodrat manusia. Individu digambarkan sebagai suatu organsime yang tersusun baik, teratur dan ditentukan sebelumnya, dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup, dan kreativitas, seperti suatu alat pengukur panas. 

Baik behaviorisme maupun psikoanalisis tidak berbicara mengenai potensi kita untuk bertumbh, keinginan kita untuk menjadi lebih baik atau lebih banyak daripada yang ada. Namun kita dilihat dari sudut pandang behavioris sebagai orang-orang yang memberikan respons secara pasif terdap stimulus-stimulus dari luat dan oleh ahli-ahli psikoanalisis sebagai korban dari kekuatan-kekuatan biologis dan konflik-konflik masa kanak-kanak. 



PSIKOANALISA

Freud mengembangkan suatu teori perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakkan apa yang kita lakukan dan pikirkan dengan mengatakan bahwa kebanyakkan apa yang kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam perilaku dan pikiran. Titik penting dari keinginan dan dorongan ini, menurut psikoanalisa, adalah bahwa mereka bersembunyi adri kesadaran individual, dengan kata lain mereka tidak disadari. Adalah ekspresi dari dorongan tidak dasar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motovasi yang tidak disadari” / (unconscious motivation) menguraikan ide kunci psikoanalisa. 

Pendekatan ini menekankan pengaruh kecemasan, hasrat (desires), motivasi dalam pemikiran, perilaku yang tidak disadari, dan perkembangan sifat-sifat kepribadian serta masalah masalah psikologi yang tidak tersalurkan.

Melihat alam bawah sadar, masa lalu, mimpi, bahwasannya setiap individu itu “sakit”

  • Mengabaikan potensi yang dimiliki individu
  •   Melihat sisi negative, kodrat manusia itu neurosis dan psikosis.
  •  Memberi gambaran pesimistis manusia adalah korban dari tekanan-tekanan biologis dan konflik masa lalu.
Sumber :
Riyanti, B.P. Dwi., Hendro, Prabowo dan Ira, Puspitawati.(1996). Psikologi Umum 1. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Basuki, A.M. Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Schultz, Duanne. (1991). Psikologi Pertumbuhan Model- Model Kepribadian Sehat. Yogyakarta : Kanisius.

0 komentar:

Posting Komentar